Cointelegraph
Stephen Katte
Ditulis oleh Stephen Katte,Penulis Staf
Felix Ng
Ditinjau oleh Felix Ng,Editor Staf

400.000 Bitcoin Keluar dari Exchange sejak Tahun Lalu, Beber Santiment

Sebagian arus keluar Bitcoin dari exchange mengalir ke wallet penyimpanan individu, tetapi ETF dan institusi juga sedang giat akumulasi.

400.000 Bitcoin Keluar dari Exchange sejak Tahun Lalu, Beber Santiment
Berita

Ada sedikitnya 400.000 Bitcoin lebih sedikit di exchange dibanding periode yang sama tahun lalu, dalam sinyal positif bagi pasar, menurut platform market intelligence Santiment.

Lebih dari 403.000 Bitcoin (BTC) US$90.191 telah hengkang dari exchange sejak 7 Desember 2024. Jumlah ini mewakili sekitar 2% dari total pasokan, tutur Santiment dalam posting X pada hari Senin (8/12), mengutip data dari dashboard sanbase.

Para pengguna acap kali memindahkan Bitcoin mereka dari exchange ke cold storage wallet yang, secara teori, membuatnya lebih sulit untuk dijual dan dapat menandakan rencana jangka panjang untuk menyimpan aset tersebut.

“Secara umum, ini merupakan sinyal positif jangka panjang. Semakin sedikit koin berada di exchange, semakin kecil pula peluang kita secara historis melihat aksi jual besar yang menimbulkan tekanan turun pada harga aset.”

“Saat nilai pasar Bitcoin berada di sekitar US$90K, kapitalisasi pasar terbesar crypto ini terus melihat pasokan bergerak menjauhi exchange,” tambah Santiment.

Baca Juga: Bukan Asal Buy the Dip & DCA, Begini Strategi Trading Berharga ala Trader Pro

Satu tahun lalu, terdapat sekitar 1,8 juta Bitcoin di exchange | Sumber: Santiment

Bitcoin Juga Bergerak ke ETF

Sementara sebagian besar Bitcoin yang keluar dari exchange kemungkinan menuju kembali ke wallet para holder, Giannis Andreou, Pendiri & CEO crypto miner Bitmern Mining, mengatakan bahwa exchange-traded fund (ETF) juga dapat menjadi pihak yang menyerap koin-koin tersebut.

Mengutip data dari BitcoinTreasuries.Net, Andreou menyatakan bahwa ETF dan perusahaan publik kini memegang lebih banyak Bitcoin dibanding seluruh exchange digabungkan, setelah bertahun-tahun arus keluar dan ETF yang diam-diam melakukan akumulasi di belakang layar.

Baca Juga: Santiment Beber Kapan Pasar Kripto Sentuh Bottom

“Kepemilikan institusional secara diam-diam telah memasuki fase baru: pasokan kurang likuid, lebih banyak holder jangka panjang, refleksivitas harga yang lebih kuat, pasar yang digerakkan oleh kendaraan teregulasi, bukan oleh platform trading,” ujar Andreou.

“Perubahan ini lebih besar dari yang orang pikirkan. Bitcoin tidak lagi bergerak ke exchange. Ia bergerak menjauh dari exchange langsung menuju institusi yang tidak mudah menjual. Supply squeeze sedang terbentuk secara real time.”

ETF & Perusahaan Swasta HODL Lebih Banyak Bitcoin Ketimbang Exchange

Platform analitik data crypto CoinGlass menunjukkan tren serupa, di mana Bitcoin yang disimpan di exchange berada di sekitar 2,11 juta per 22 November, ketika Bitcoin sedang melalui fase koreksi dan diperdagangkan sekitar US$84.600.

Bitcoin yang disimpan di exchange telah menurun stabil selama satu tahun terakhir | Sumber: CoinGlass

BitBo mencatat ETF menampung lebih dari 1,5 juta Bitcoin dan perusahaan publik lebih dari satu juta, mewakili hampir 11% dari total pasokan jika digabungkan.

Baca Juga: Token MegaETH (MEGA) Oversubscribed Rp7,48 Triliun, Bagaimana Prospeknya?

Cointelegraph berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan transparan. Artikel berita ini diproduksi sesuai dengan Kebijakan Editorial Cointelegraph dan bertujuan untuk menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu. Pembaca dianjurkan untuk memverifikasi informasi secara mandiri. Baca Kebijakan Editorial kami https://id.cointelegraph.com/editorial-policy