Struktur Bitcoin telah berbalik bullish, namun para trader masih terbelah pandangannya apakah level US$100.000 akan menandai fase ekspansi bull ataukah justru kelanjutan bear.
Bitcoin berusaha mempertahankan level harga tertinggi 2026 saat penutupan mingguan memicu risiko volatilitas besar akibat ketidakpastian geopolitik seputar Venezuela.
Kebijakan pelonggaran moneter dan kembali derasnya likuiditas dinilai bisa menjadi katalis kenaikan aset berisiko seperti Bitcoin, meski pemilu paruh waktu AS pada 2026 berpotensi menjadi faktor penghambat.
Para trader menangkap sinyal bullish yang kuat untuk Bitcoin, termasuk potensi reversal dari bear trap serta breakout teknikal yang memproyeksikan reli menuju US$107.000 bulan depan.
Perkuat gurita bisnis, Hashim Djojohadikusumo rambah industri kripto Indonesia. Transaksi kripto legal dan ilegal di Tanah Air bisa tembus Rp1.000 triliun.
Dalam wawancara eksklusif bersama Cointelegraph, analis kripto Benjamin Cowen menyoroti tekanan makro, sentimen yang redup, serta dinamika siklus yang membentuk arah Bitcoin menuju 2026.
CEO Tether Paolo Ardoino memperingatkan bahwa koreksi sektor AI dapat merembet ke pasar kripto pada 2026; sejumlah analis memprediksi harga Bitcoin bisa turun hingga US$65.000.