Cointelegraph

BTC Nyaris Masuki Fase 'Strength', tapi Trader Wanti-wanti Potensi Bull Trap!

Struktur Bitcoin telah berbalik bullish, namun para trader masih terbelah pandangannya apakah level US$100.000 akan menandai fase ekspansi bull ataukah justru kelanjutan bear.

BTC Nyaris Masuki Fase 'Strength', tapi Trader Wanti-wanti Potensi Bull Trap!
Analisis Pasar

Bitcoin (BTC) tengah berupaya bertransisi ke fase “strength” (kekuatan) setelah berminggu-minggu bergerak dalam fase range-trading di antara US$90.000 dan US$86.000. Kendati struktur teknikalnya telah membaik, para trader BTC masih berdebat apakah pergerakan ini memiliki momentum lanjutan ataukah justru berisiko berubah menjadi bull trap.

Ringkasan:

  • Sebuah indikator Bitcoin berbalik secara tegas ke arah bullish setelah BTC kembali berada di atas US$90.000.

  • Momentum dan posisi kanal mendukung kelanjutan tren, namun risiko overbought jangka pendek tetap tinggi.

  • Akumulasi on-chain terus menyerap pasokan, sementara trader berbeda pandangan apakah US$100.000 menandai fase ekspansi atau justru kelelahan tren.

Pasar BTC Beri Sinyal “Risk-On” saat Harga Menekan Resistance

Menurut peneliti Bitcoin Axel Adler Jr, indikator pergeseran struktur BTC, yang merupakan gabungan dari posisi kanal, tren moving average, dan directional movement, telah berbalik arah secara tegas. Pada akhir Desember, sinyal ini masih bertengger di bawah -0,3, sejalan dengan tekanan ke sisi bawah.

Cryptocurrencies, Bitcoin Price, Bitcoin Analysis, Adoption, Markets, Cryptocurrency Exchange, Price Analysis, Market Analysis
Struktur Harga Bitcoin | Sumber: Axel Adler Jr.

Perubahan terjadi pada Jumat, ketika indikator tersebut menembus level 0 dan melesat ke +0,73 pada Minggu. Dalam periode yang sama, BTC naik dari sekitar US$87.500 ke US$91.400, mengonfirmasi transisi menuju rezim positif.

Adler Jr mencatat:

Indikator struktural mengisyaratkan transisi yang tersinkronisasi dari fase kelemahan menuju fase strength.

Pergerakan indikator di atas +0,5 secara historis berkorelasi dengan tren naik (uptrend). Ujian utama saat ini adalah apakah indikator mampu bertahan di atas 0 ketika harga menguji resistance di US$96.000. Bila gagal untuk kembali ke bawah nol maka itu akan memperbesar risiko false breakout atau bull trap.

Baca Juga: Harga Bitcoin Diramal Siap 'Bergerak' saat TradFi Respons Serangan AS ke Venezuela

Selaras dengan itu, momentum dan posisi kanal on-chain memperkuat pandangan tersebut. Momentum kini stabil di kisaran 0,85–0,89. Itu tandanya, imbal hasil berjalan jauh di atas rata-rata tiga bulan di level 0,5, tanpa memasuki zona ekstrem.

Cryptocurrencies, Bitcoin Price, Bitcoin Analysis, Adoption, Markets, Cryptocurrency Exchange, Price Analysis, Market Analysis
Momentum dan Posisi Kanal BTC | Sumber: CryptoQuant

Pada saat yang sama, posisi kanal telah mencapai 0,99, menempatkan BTC dekat level tertinggi tiga pekan di atas US$92.000, dengan support range di sekitar US$85.000. Meski setup ini mendukung potensi breakout, kedekatan dengan batas atas range juga meningkatkan peluang koreksi jangka pendek sebelum kelanjutan tren.

Akumulasi BTC Berlanjut di Tengah Peringatan Bull Trap

Data dari CryptoQuant terus menunjukkan penyerapan pasokan yang stabil. Saldo Bitcoin yang dipegang oleh kelompok alamat akumulator telah mencetak rekor all-time high baru di 2,28 juta BTC (setara US$211 miliar pada waktu publikasi). Sehingga memperpanjang tren yang semakin menguat sepanjang 2024–2025.

Akumulasi ritel meningkat lebih bertahap, menandakan partisipasi yang tumbuh tanpa indikasi euforia fase akhir siklus, sementara pola akumulasi sistematis tetap utuh.

Cryptocurrencies, Bitcoin Price, Bitcoin Analysis, Adoption, Markets, Cryptocurrency Exchange, Price Analysis, Market Analysis
Saldo BTC yang Dipegang Alamat Akumulator | Sumber: CryptoQuant

Dalam konteks ini, para trader BTC masih terbelah. Kreator Bitcoin Quantile Model, Plan C, menilai bahwa BTC tidak lagi berada dalam tren turun (downtrend). Ia merujuk pada hampir enam pekan pergerakan sideways dalam sebuah kanal yang jelas dan menyerupai fase akumulasi.

Menurutnya, waktu yang dihabiskan dalam konsolidasi meningkatkan probabilitas bahwa bottom yang solid telah terbentuk. Penembusan di atas US$94.500 berpotensi memicu “pergerakan cepat” menuju level US$100.000.

Sebaliknya, trader Peter DiCarlo memperingatkan bahwa reli saat ini bisa saja merupakan jebakan. Ia menggambarkan potensi squeeze menuju US$100.000 bukan sebagai konfirmasi bull leg baru, melainkan skenario untuk menarik pembeli yang terlambat sebelum koreksi yang lebih dalam menuju US$70.000.

Baca Juga: 4 Comeback Kripto pada 2025 yang Bisa Membentuk Arah Tahun Depan

Artikel ini tidak berisi nasihat atau rekomendasi investasi. Setiap langkah investasi dan perdagangan melibatkan risiko, dan pembaca harus melakukan riset mereka sendiri saat membuat keputusan. Meskipun kami berupaya menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu, Cointelegraph tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi apa pun dalam artikel ini. Artikel ini dapat berisi pernyataan yang berwawasan ke depan yang tunduk pada risiko dan ketidakpastian. Cointelegraph tidak akan bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan yang timbul dari ketergantungan Anda pada informasi ini.