Bitcoin (BTC) parkir di dekat level tertinggi year-to-date (YTD) menjelang penutupan mingguan hari Minggu, saat trader bersiap menghadapi potensi liquidity grab.
Ringkasan:
Bitcoin memasuki zona fakeout klasik seiring penutupan mingguan yang bertepatan dengan dampak lanjutan kabar AS–Venezuela.
Aksi harga BTC menguat hingga 2% sepanjang akhir pekan, dan US$92.000 menjadi target berikutnya bagi bull.
Momen krusial bagi emas, sementara Bitcoin berupaya mencetak kebangkitan.
Likuidasi Bitcoin Mengintai saat Penutupan Mingguan Tiba
Data dari TradingView melacak volatilitas harga BTC ketika pasangan BTC/USD bergerak stabil di atas US$91.000.

Pasangan trading tersebut mencatat apresiasi hingga 2% sepanjang akhir pekan, seiring pasar kripto menjadi yang pertama merespons langkah militer AS terhadap Venezuela.
Menjelang kembalinya pasar TradFi, para trader mencermati likuiditas order book di exchange guna mencari petunjuk arah pergerakan harga BTC dalam jangka pendek.
“Klaster likuiditas terbesar dalam jarak terdekat berada di bawah pembukaan tahunan, di sekitar area US$88K,” tulis Daan Crypto Trades dalam unggahan terbarunya di X, seraya menyertakan data dari CoinGlass.
“Di sisi atas, level US$92.000 menjadi titik yang perlu diperhatikan, yang juga sejalan dengan kisaran atas rentang yang telah bertahan cukup lama.”

Pengamat pasar Exitpump turut menyatakan bahwa order book menunjukkan “ruang kosong” di atas US$95.000—yang berpotensi menjadi fondasi untuk retest cepat ke level US$100.000.
$BTC Largest sell walls on spot orderbooks to look out for are sitting at 92K and 94K - 95K levels.
— exitpump (@exitpumpBTC) January 4, 2026
Thin air above 95K till 100K pic.twitter.com/vZjwutyV4l
Sebagaimana dilaporkan Cointelegraph, penutupan candle mingguan belakangan kerap memicu fakeout harga BTC ke dua arah, di mana pasar melikuidasi posisi terdekat tanpa benar-benar menembus rentang lokalnya.
Memberi sinyal potensi perubahan yang akhirnya tiba, trader Alan Tardigrade melaporkan bahwa BTC/USD telah keluar dari formasi symmetrical triangle (segitiga simetris) pada timeframe dua jam. Grafik pendukung menunjukkan US$90.000 sebagai level kunci yang berhasil ditembus.

Aset Kripto Ancang-ancang Ikuti Respons TradFi atas Venezuela
Di sisi lain, ekspektasi volatilitas lintas pasar global kian menguat seiring kontrak berjangka bersiap dibuka.
Baca Juga: Bull Case Bitcoin 2026: Trader Lihat “Sinyal Kuat” BTC Menuju Harga 6 Digit
Memperingatkan pembaca soal kondisi pasar yang berpotensi bergejolak, The Kobeissi Letter menyoroti dampak signifikan, khususnya terhadap minyak.
“Peristiwa akhir pekan di Venezuela akan berdampak besar pada ekonomi global,” tulisnya dalam sebuah utas di X.
“Ekonomi makro sedang bergeser dan saham, komoditas, obligasi, serta kripto akan bergerak.”

Kobeissi selanjutnya menambahkan bahwa cadangan emas Venezuela merupakan yang terbesar di Amerika Latin, sehingga menambah tekanan pada pasar emas, yang melemah menjelang akhir tahun, sementara aset kripto justru mulai bangkit alias rebound.
While everyone is focused on oil:
— The Kobeissi Letter (@KobeissiLetter) January 4, 2026
Venezuela currently holds 161 metric TONS of gold reserves.
161 metric tons is roughly 5.18 million troy ounces, worth ~$22 BILLION at $4,300/oz.
This makes Venezuela the Latin American country with the largest gold holdings.
Every $100 that… pic.twitter.com/pI8DWgt1CB
Menanggapi prospek Bitcoin dibandingkan logam mulia, trader, analis, sekaligus entrepreneur kripto Michaël van de Poppe menunjukkan sikap optimistis.
“$BTC vs emas mulai membentuk tren naik,” tuturnya kepada pengikut di X.
“Belum terkonfirmasi sepenuhnya, idealnya kita ingin melihat higher high terbentuk. Itu akan mengonfirmasi bullish divergence. Di luar itu, kondisi pasar nampak sangat solid.”

Van de Poppe juga mencatat bahwa nilai RSI mingguan Bitcoin telah menyentuh level terendah sejak berakhirnya bear market 2022.
Baca Juga: AS Serang Venezuela, Harga Bitcoin (BTC) Tetap Perkasa
Artikel ini tidak mengandung nasihat atau rekomendasi investasi. Setiap langkah investasi dan perdagangan melibatkan risiko, dan pembaca harus melakukan riset mereka sendiri saat membuat keputusan. Sementara kami berupaya menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu, Cointelegraph tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi apa pun dalam artikel ini. Artikel ini dapat berisi pernyataan berwawasan ke depan yang tunduk pada risiko dan ketidakpastian. Cointelegraph tidak akan bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan yang timbul dari ketergantungan Anda pada informasi ini.

