Bitcoin (BTC) memasuki pekan terakhir tahun ini dengan posisi turun sekitar 30% dari rekor harga all-time high (ATH) US$126.000 yang dicapai pada 6 Oktober. Pertanyaannya, apakah BTC benar-benar sudah mencapai puncak, atau justru peluang relief rally terbuka menjelang 2026?
Ringkasan:
Potensi “Christmas bear trap” klasik dapat mendahului reli pemulihan (relief rally) menuju 2026.
Arus keluar ETF yang mulai mendingin, tekanan jual long-term holder yang mereda, serta faktor makro membuka peluang bull cycle yang lebih panjang.
Pola symmetrical triangle BTC memproyeksikan kenaikan 22% menuju US$107.000.
Banyak Sinyal Bullish Bitcoin
Penurunan 2,6% Bitcoin dari level US$90.000 yang tercapai pada Senin bisa menjadi “Christmas bear trap” klasik, menurut analis James Bull.
Sebagai informasi, bear trap adalah sinyal teknikal palsu ketika harga sempat tergelincir ke bawah level support penting, sehingga memicu aksi jual dan stop-loss, namun kemudian berbalik naik dengan cepat sehingga menjebak pihak bearish (short seller) dalam posisi rugi.
Baca Juga: Prediksi Bearish Bitcoin: Analis Luke Gromen Pasang Target BTC di US$40.000
“Bitcoin sedang membentuk Christmas bear trap, yang akan berbalik arah pada Januari seperti dalam empat tahun terakhir,” tutur James Bull dalam unggahan di X pada Senin.

Melihat kasus terbaru, pasangan BTC/USD turun 8,5% antara 26–31 Desember 2024, sebelum berbalik naik 12,5% pada periode 1–6 Januari 2025.
Analis lain, The ₿itcoin Therapist, menilai bahwa dengan runtuhnya siklus empat tahunan, Bitcoin berpotensi mencetak all-time high baru pada kuartal pertama 2026, sekaligus membentuk “bear trap terbesar dalam sejarah”.
James Bull menambahkan bahwa tidak berlakunya lagi siklus empat tahunan bisa menandai berakhirnya pola boom-bust lama yang didorong ritel. Menurutnya, struktur pasar Bitcoin kini berubah, ditandai dengan meningkatnya adopsi institusional lewat ETF dan treasury korporasi. Faktor ini, dikombinasikan dengan kondisi makro seperti pemangkasan suku bunga dan likuiditas, berpotensi mendorong harga BTC ke level tertinggi baru pada 2026.
Sementara itu, analis Citi Group menetapkan proyeksi base case 12 bulan Bitcoin di US$143.000, yang utamanya didorong oleh “bangkitnya kembali permintaan ETF”. Untuk skenario bullish, target Citi berada di US$189.000.
Terkait arus ETF Bitcoin spot, James Bull mengatakan bahwa arus keluar telah menurun signifikan dari -1.600 BTC pada 21 November dan kini “bergerak menuju nol”. Grafik di bawah menunjukkan bahwa kondisi serupa pada April lalu mendahului reli harga sebesar 33% hingga mencapai US$112.000 pada 22 Mei. Bull menambahkan:
“Ini bukan jaminan Bitcoin akan kembali ke ATH, tetapi ini adalah sinyal yang kuat.”

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, tekanan jual Bitcoin dari long-term holder juga mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, memperkuat peluang relief rally pada Januari 2025.
Baca Juga: Bukan Asal Buy the Dip & DCA, Begini Strategi Trading Berharga ala Trader Pro
Pola Symmetrical Triangle BTC Bidik US$107.000
Data TradingView menunjukkan pasangan BTC/USD sedang berkonsolidasi dalam pola symmetrical triangle pada grafik candle harian, seperti terlihat di bawah.
Harga perlu menutup di atas garis tren atas pola tersebut di sekitar US$90.000 untuk melanjutkan pergerakan naik, dengan target terukur di US$107.400.
Pergerakan ini akan merepresentasikan kenaikan total sekitar 22% dari level saat ini.

“Bitcoin sedang membentuk pola symmetrical triangle,” ujar analis Dami-Defi dalam analisis terbarunya di X, seraya menambahkan:
“Jika Bitcoin mampu menembus garis tren atas tersebut dan bertahan di atasnya, kita kemungkinan akan melihat breakout bullish menuju resistance lebih tinggi di sekitar US$94.000, lalu naik ke area US$106.000.”
Sebagaimana dilaporkan Cointelegraph, penutupan harian yang bullish di atas US$90.000 berpotensi memicu reli baru menuju harga enam digit.
Artikel ini tidak berisi nasihat atau rekomendasi investasi. Setiap langkah investasi dan perdagangan melibatkan risiko, dan pembaca harus melakukan riset mereka sendiri saat membuat keputusan. Meskipun kami berupaya menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu, Cointelegraph tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi apa pun dalam artikel ini. Artikel ini dapat berisi pernyataan yang berwawasan ke depan yang tunduk pada risiko dan ketidakpastian. Cointelegraph tidak akan bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan yang timbul dari ketergantungan Anda pada informasi ini.
