Bitcoin (BTC) mengincar puncak harga mingguan saat dibukanya Wall Street pada Selasa (13/1), seiring pasar melonjak usai data inflasi AS yang lebih rendah.
Ringkasan:
Bitcoin jangkau US$93.000 dan berhadapan dengan “tembok” resistance besar seiring tren inflasi AS yang positif.
S&P 500 ukir rekor baru, meski tensi antara Presiden AS Donald Trump dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell masih bergulir.
Seorang trader menyebut rentang pergerakan Bitcoin di timeframe rendah mulai mendekati akhir.
Bitcoin Dapat Dorongan Inflasi AS saat S&P 500 Melonjak
Data dari TradingView menunjukkan kenaikan harga BTC sebesar 1,5% yang menyertai rilis Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index / CPI) Desember 2025 yang ternyata lebih dingin dari perkiraan.

CPI sesuai proyeksi di 2,7%, sementara core CPI tercatat 2,6%, atau 0,1% di bawah ekspektasi, sebagaimana dikonfirmasi oleh Bureau of Labor Statistics (BLS).
“Indeks seluruh item naik 2,7% untuk periode 12 bulan hingga Desember, sama dengan kenaikan pada 12 bulan hingga November,” tulis BLS dalam pernyataan resminya.

Merespons data tersebut, pasar saham AS seketika menguat, dan S&P 500 mencetak all-time high baru.
BREAKING: S&P 500 futures surge above 6,990, a new record high, as Core CPI inflation comes in below expectations.
— The Kobeissi Letter (@KobeissiLetter) January 13, 2026
We may finally see 7,000 today. pic.twitter.com/hTiwnBn8Yj
“Baik headline maupun core CPI benar-benar DATAR pada Desember,” tulis resource trading The Kobeissi Letter di X.
Kobeissi juga menyinggung situasi problematik antara pemerintah AS dan Federal Reserve. Seperti dilaporkan sebelumnya, The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya 28 Januari.

Di saat yang sama, Presiden Donald Trump terus menekan agar suku bunga diturunkan lebih lanjut. Investigasi hukum terhadap Powell yang diumumkan beberapa hari terakhir menjadi simbol tensi tersebut. Powell sendiri menyiratkan bahwa hal itu muncul sebagai konsekuensi kebijakan The Fed.
Usai rilis CPI, Trump kembali menegaskan permintaannya agar suku bunga diturunkan, langkah yang secara teoritis berdampak positif pada likuiditas yang mengalir ke aset berisiko dan kripto.

Trump juga menyinggung bahwa tarif perdagangan AS membantu menekan inflasi—isu yang masih menuai kontroversi, mengingat Mahkamah Agung dijadwalkan memutuskan legalitas tarif tersebut pekan ini.
Rentang Harga BTC “Tak Akan Bertahan Lama”
Saat Bitcoin mengincar US$93.000, para trader sadar betul besarnya daya beli yang dibutuhkan untuk mengerek harga masuk ke tren naik yang berkelanjutan.
Baca Juga: Investigasi Powell Berpotensi Timbulkan ‘Risk Premia’ bagi Bitcoin, Apa Artinya?
Seorang komentator, Exitpump, menunjukkan dua garis volume-weighted average price (VWAP) yang membentuk area resistance besar.
Sebagai informasi, VWAP merujuk pada harga rata-rata selama periode tertentu yang dibobot berdasarkan volume perdagangan.
$BTC Slowly approaching AVWAP again at 94K (last time has rejected) and on top of that we have 90D Rolling VWAP around 96K. Huge resistance area. pic.twitter.com/npxroPm85r
— exitpump (@exitpumpBTC) January 13, 2026
“Chop dalam beberapa hari terakhir membuat likuiditas terbangun cukup tebal di kedua sisi,” tulis trader Daan Crypto Trades lebih awal pada hari itu.
“Di atas, area US$92,6K–US$94K adalah zona yang perlu diperhatikan. Di bawah, US$89,8K–US$88,7K juga cukup besar.”

Data likuidasi lintas-kripto 24 jam dari CoinGlass menunjukkan total likuidasi mendekati US$170 juta.
“Tak diragukan lagi, rentang ~US$90K–US$92K yang kita perdagangkan sekitar lima hari terakhir ini tak akan bertahan lama,” tambah Daan Crypto Trades.

Artikel ini tidak mengandung nasihat atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi dan perdagangan melibatkan risiko, dan pembaca disarankan untuk melakukan riset sendiri saat mengambil keputusan. Meskipun kami berupaya menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu, Cointelegraph tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi apa pun dalam artikel ini. Artikel ini dapat berisi pernyataan berwawasan ke depan yang tunduk pada risiko dan ketidakpastian. Cointelegraph tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan apa pun yang timbul akibat ketergantungan pada informasi ini.
