Awal 2026 menyaksikan Bitcoin (BTC) dan sejumlah altcoin terpilih reli kembali menuju area tertinggi dalam rentang mingguan mereka. Situasi pasar saat ini menyoroti membaiknya sentimen investor serta peningkatan volume perdagangan. Sejak 1 Januari, Bitcoin terus menunjukkan perbaikan, di mana konsolidasi rentang yang semakin menyempit yang terlihat jelas melalui pola higher low dan higher high pada grafik harian, hingga akhirnya mencapai puncak mingguan di US$94.800.

Data liquidation heatmap tujuh hari dari Hyblock menunjukkan klaster liquidasi long berada di kisaran US$89.000 hingga US$87.000, sementara posisi short terkonsentrasi di area tertinggi rentang mingguan, dekat US$95.000.
Dari sudut pandang trader teknikal, reli awal tahun mendorong harga menembus moving average 20 hari, yang saat ini tengah berkonvergensi dengan moving average 50 hari. Setelah BTC gagal mempertahankan level US$95.000 dan melikuidasi posisi short di zona tersebut, nampaknya sebagian trader memangkas posisi mereka untuk mengambil profit, sembari mengantisipasi pengujian ulang support yang lebih rendah di area MA-20 pada US$89.400.
Baca Juga: 4 Comeback Kripto pada 2025 yang Bisa Membentuk Arah Tahun Depan

Jika tren saat ini berlanjut dan didukung oleh volume, dalam beberapa hari ke depan kemungkinan akan terjadi upaya serangan lain ke level US$95.000. Pergerakan semacam ini berpotensi memicu penutupan posisi short dan likuidasi paksa posisi, sehingga memberi ruang bagi bull untuk memanfaatkan celah yang jelas dalam volume profile pasangan BTC/USDT (Binance), sekaligus menyiapkan Bitcoin untuk reli sekitar 13% menuju US$101.500.
Seperti yang terpampang pada grafik di bawah, sebagian besar pergerakan harga intraday Bitcoin pekan ini didorong oleh trader yang menggunakan perpetual futures untuk memicu likuidasi. Perhatikan bagaimana lonjakan hampir US$1,1 miliar dalam volume beli futures terjadi saat BTC reli ke US$94.800 pada 5 Januari, serta likuidasi posisi short senilai US$100 juta pada pasangan BTC/USDT di Binance, menurut data dari TRDR.io.

Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, data liquidation heatmap dan struktur orderbook saat ini mengindikasikan bahwa peristiwa serupa dapat kembali terjadi apabila trader menekan harga BTC menuju US$94.000.
Baca Juga: BTC Nyaris Masuki Fase 'Strength', tapi Trader Wanti-wanti Potensi Bull Trap!
Artikel ini tidak mengandung nasihat atau rekomendasi investasi. Setiap keputusan investasi dan perdagangan melibatkan risiko, dan pembaca disarankan untuk melakukan riset sendiri saat mengambil keputusan. Meskipun kami berupaya menyediakan informasi yang akurat dan tepat waktu, Cointelegraph tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keandalan informasi apa pun dalam artikel ini. Artikel ini dapat berisi pernyataan berwawasan ke depan yang tunduk pada risiko dan ketidakpastian. Cointelegraph tidak bertanggung jawab atas kerugian atau kerusakan apa pun yang timbul akibat ketergantungan pada informasi ini.

