Token pembayaran Ripple, XRP, baru saja dilabeli CNBC sebagai “kesayangan baru cryptocurrency” setelah mencatat kenaikan 25% pada pekan pertama tahun baru.
“Perdagangan kripto terpanas tahun ini bukan Bitcoin, bukan Ether, melainkan XRP,” ujar pembawa acara Power Lunch CNBC, Brian Sullivan, pada Selasa (6/1).
Harga XRP Melejit di Awal Tahun Baru
XRP (XRP) tercatat sudah naik 25% sejak 1 Januari, sukses mengungguli Bitcoin (BTC) yang hanya terapresiasi 6%, serta Ethereum (ETH) yang menguat 10% sejak Hari Tahun Baru.
Namun, masih ada banyak faktor pendorong lain yang menggerakkan harga token ini.
Momentum exchange-traded fund (ETF), sentimen sosial, fundamental on-chain, serta kemitraan teranyar dapat menjelaskan mengapa XRP saat ini mengungguli para pesaingnya.
Para analis mewanti-wanti bahwa arus masuk ETF serta sentimen media sosial secara historis bersifat volatil dan tidak menjamin apresiasi harga yang berkelanjutan. Reli XRP sebelumnya yang digerakkan oleh momentum naratif kerap mendingin ketika arus masuk mulai surut atau kondisi pasar yang lebih luas mengalami perubahan.
Metrik-metrik on-chain seperti penurunan cadangan di exchange juga dapat berbalik dengan cepat selama periode volatilitas yang meningkat, sementara perkembangan regulasi dan ekonomi makro tetap menjadi risiko eksternal utama yang dapat menekan pergerakan harga meskipun performa awal tahun nampak kuat.
WATCH: CNBC SAYS "THE HOTTEST CRYPTO TRADE OF THE YEAR IS NOT BITCOIN, IT IS NOT ETHER, IT IS $XRP." pic.twitter.com/moYcx3OtG0
— The Wolf Of All Streets (@scottmelker) January 6, 2026
Momentum ETF XRP Tetap Perkasa
Pembawa acara CNBC, Mackenzie Sigalos, menyatakan, “selama periode lesu di Q4, banyak orang justru menumpuk investasi ke ETF XRP, yang merupakan kebalikan dari apa yang biasanya terjadi pada ETF Bitcoin dan Ethereum spot, di mana investor bergerak seiring dengan harga koinnya.”
Pendekatan ini memungkinkan potensi “lonjakan persentase yang lebih tinggi” ketika investor membeli XRP saat harga turun di Q4, dengan pemikiran bahwa “ini merupakan perdagangan yang tidak terlalu padat” dibanding BTC atau ETH, dan “hal tersebut terbukti benar dalam enam hari perdagangan pertama bulan Januari”.
Baca Juga: Gempar, Analis Kondang Ini Sebut XRP sebagai "Scam"
Keempat ETF XRP spot telah berhasil mencatat hampir US$100 juta arus masuk sejak awal tahun. Adapun arus masuk harian tertinggi dalam lebih dari lima pekan terjadi pada hari Senin, menurut Coinglass.
Total akumulasi arus masuk kini mencapai US$1,15 miliar, dan hingga saat ini belum pernah terjadi satu hari pun arus keluar.

Sentimen Sosial Bullish dan Aktivitas On-Chain
Sentimen sosial untuk XRP juga bersifat bullish. Market Prophit, yang menggunakan AI untuk menganalisis akun media sosial kripto, melaporkan bahwa baik sentimen publik maupun “sentimen smart money” sama-sama berada di zona bullish.
Cadangan XRP di exchange Binance juga berada di level terendah dalam dua tahun, menurut CryptoQuant. Cadangan exchange yang tinggi biasanya menandakan investor bersiap untuk menjual aset.
Selain itu, aktivitas jaringan dan transaksi juga mengalami peningkatan, naik lebih dari 50% dalam dua pekan terakhir, merujuk data dari XRPscan.
Ripple Ekspansi Langkah di Jepang
Ripple Labs juga dikabarkan mengumumkan kemitraan dengan institusi keuangan besar di Jepang, termasuk Mizuho Bank, SMBC Nikko, dan Securitize Japan, guna mendorong adopsi XRP Ledger di Jepang.
Selain itu pada Desember, Ripple menerima persetujuan bersyarat dari US Office of the Comptroller of the Currency untuk membentuk Ripple National Trust Bank.
Presiden Ripple, Monica Long, mengatakan kepada Bloomberg pada Selasa bahwa penggalangan dana perusahaan pada November serta valuasi US$40 miliar dinilai “sangat positif dan menguntungkan bagi Ripple”. Hanya saja, belum ada rencana untuk menggelar IPO dalam waktu dekat.
Baca Juga: Analis Kawakan Prediksi Harga XRP Bisa Naik ke US$10, tapi Harus Kunjungi Level Ini Dulu

