Sentimen Ethereum yang melandai di media sosial kini mencerminkan level yang serupa dengan kondisi sebelum reli harga pada 2025, yang pada akhirnya mendorong aset ini kembali ke rekor all-time high (ATH) 2021, menurut seorang analis sentimen kripto.
“Ethereum sebenarnya sedang berada di level yang sangat rendah, dan ini justru menjadi argumen bahwa kita tidak akan turun terlalu jauh lagi,” ungkap analis Santiment, Brian Quinlivan, dalam sebuah video yang dipublikasikan di YouTube pada Sabtu.
“Ini cukup mengingatkan pada apa yang kita lihat sebelum Ethereum mengalami reli besar tahun lalu,” ucap Quinlivan. Pada 23 Agustus, Ethereum (ETH) meroket kembali ke all-time high 2021 di level US$4.878. Raihan itu mewakili kenaikan hampir 70% dalam empat bulan setelah sebelumnya sempat tergelincir ke level terendah tahunan di US$1.472 pada 9 April, menurut CoinMarketCap.
Quinlivan menuturkan bahwa harga Ethereum “melejit tepat ketika banyak orang mulai benar-benar mencoret Ethereum”.
Ethereum Kukuhkan Posisi sebagai ‘Nomor Dua Kapitalisasi Pasar’
Sejak itu, Ethereum telah anjlok 36% dari all-time high-nya, diperdagangkan di level US$3.089 pada waktu publikasi. Ini menyusul peristiwa likuidasi pasar kripto senilai US$19 miliar pada 10 Oktober, yang memicu tren turun pasar secara lebih luas.

Meski begitu, Quinlivan tidak melihat kalau pasar meragukan potensi reli Ethereum seperti yang terjadi pada awal 2025. “Saya tidak akan mengatakan hal itu sedang terjadi sekarang. Ethereum kini kembali dipandang sebagai ekspektasi nomor dua kapitalisasi pasar bagi banyak orang,” ujarnya.
“Peringkatnya kembali terasa pantas,” tambahnya. Presiden Coinbase Asset Management, Anthony Bassili, menyampaikan pandangan serupa kepada Cointelegraph pada November 2025. “Ada pandangan yang sangat, sangat jelas di komunitas investor bahwa portofolio pertama yang tepat adalah Bitcoin. Berikutnya adalah Bitcoin, Ethereum,” ujarnya.
Sentimen Pasar Kripto Bertahan di Zona ‘Fear’ (Ketakutan)
Quinlivan menyatakan dirinya bullish atas pertumbuhan jaringan Ethereum, yang ia gambarkan sebagai “benar-benar meledak”. Menurutnya, hal ini kemungkinan dipicu oleh meningkatnya minat pada staking, yang belakangan menjadi topik hangat di media sosial.
Kondisi ini terjadi di tengah sentimen pasar kripto secara umum yang terus bertahan di level rendah, bergerak antara “Fear” dan “Extreme Fear” sejak awal November. Pada Minggu, indeks tersebut mencatat skor “Fear” di angka 29.
Baca Juga: Mengapa XRP Sukses Ungguli Bitcoin dan Ethereum di Awal 2026?
Pelaku pasar saat ini masih berada dalam mode risk-off terhadap aset di luar Bitcoin (BTC), yang diperdagangkan di US$90.626, menurut Altcoin Season Index, yang saat ini menunjukkan skor “Bitcoin Season” sebesar 34 dari 100.
Indeks tersebut bergerak antara status “Bitcoin Season” dan “Altcoin Season” berdasarkan kinerja 100 altcoin teratas relatif terhadap Bitcoin selama 90 hari terakhir.
Baca Juga: Analisis Harga: Bull Bitcoin Rehat, Bersiap Menuju Reli ke US$101.500?
